Jakarta • Edisi Web 01 • Oktober 2026Geopolitik•Intelijen•Keamanan Global
Kamboja · Pertahanan · Laut China Selatan

Ream: pangkalan 'netral'?

Direnovasi dengan dana China, disinggahi kapal perang dari Washington sampai New Delhi. Buku tamu Pangkalan Laut Ream makin panjang. Tetapi apakah semua tamu memegang kunci yang sama?

Analisis Strat4Policy25 Oktober 20264 menit bacaKategori: Asia Tenggara

Di pesisir Kamboja, sekitar 30 km dari Sihanoukville, berdiri sebuah pangkalan laut yang dirombak dengan dana China. Namun tamunya datang dari mana-mana: Jepang, Vietnam, Amerika Serikat, India, dan tentu saja China. Phnom Penh menyebutnya bukti keterbukaan. Para pengamat menyebutnya etalase. Artikel ini menelusuri buku tamu Ream dan pertanyaan yang belum terjawab.

Dermaga baru, dari mana dananya

Sejak 2022, Pangkalan Laut Ream dirombak dengan dana China: dermaga laut dalam sepanjang 300 meter, dok kering 5.000 ton, hingga kapasitas kapal sampai 20.000 ton. Pada April 2025, pusat pelatihan bersama China–Kamboja diresmikan di sana, langsung disusul latihan gabungan Golden Dragon-2025.

Citra satelit Ream, 22 April 2026. Mengandung data Copernicus Sentinel-2 (2026) yang diolah; grid ditambahkan Strat4Policy.
Citra satelit Ream, 22 April 2026. Mengandung data Copernicus Sentinel-2 (2026) yang diolah; grid ditambahkan Strat4Policy.
300 mDermaga laut dalam baru
5.000 tKapasitas dok kering
20.000 tKapasitas kapal yang bisa dilayani

Buku tamu Ream

Daftarnya panjang. Hitungan Strat4Policy dari sumber terbuka: lima angkatan laut asing merapat di Ream, ditambah Rusia yang singgah di Pelabuhan Sihanoukville, tak jauh dari sana.

Des 2023Dua korvet China merapat di dermaga baru dan bertahan lebih dari lima bulan.
Apr 2025Kapal Jepang JS Bungo dan Etajima menjadi tamu asing pertama setelah peresmian, disusul kapal Vietnam.
Jan 2026Kapal tempur littoral AS, USS Cincinnati, singgah lima hari.
Apr 2026Korvet Type 056 pertama pemberian China tiba. Di bulan yang sama, dua korvet Rusia merapat di Pelabuhan Sihanoukville.
Sep 2026Kapal India, INS Kulish, tiba di Ream.

Tetapi apakah semua tamu diperlakukan sama? Hanya satu yang punya fasilitas permanen di sana: China, lewat pusat pelatihan bersama. Korvet hibahnya, sekitar 1.500 ton, kini menjadi bagian dari armada Kamboja. Jadi, siapa sebenarnya tuan rumah di Ream?

Foto ilustrasi: korvet Type 056 milik PLAN (596 Huizhou), bukan kapal yang diserahkan ke Kamboja. trey333 / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Foto ilustrasi: korvet Type 056 milik PLAN (596 Huizhou), bukan kapal yang diserahkan ke Kamboja. trey333 / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0), diolah.

Netral atau pijakan?

Kata Phnom Penh

Konstitusi Kamboja melarang pangkalan militer asing. Hun Sen menyebut laporan pangkalan China "berita palsu", dan pihak Ream menegaskan tidak ada pangkalan China di sana.

Kata para analis

Zack Cooper (AEI) menilai aset China di Ream akan membuka akses ke Teluk Thailand dan Laut China Selatan bagian selatan. Charles Edel melihat pola investasi "komersial" yang berujung strategis.

Kami akan bekerja sama dengan semua negara di bidang keamanan, entah itu China, Jepang, atau yang lain. Kami menyambut mereka semua.

— PM Kamboja Hun Manet, April 2025, dikutip kantor berita AKP (terjemahan bebas)

Namun menyambut semua tamu tidak sama dengan memberi semua tamu kunci yang sama.

Tamu Amerika di dermaga China

Lalu, mengapa Washington tetap datang? Konteksnya penting. Pada 2019, Kamboja membatalkan rencana perbaikan fasilitas Ream yang dibangun dan didanai AS, sebuah langkah yang memicu kecurigaan Washington. Tujuh tahun kemudian, USS Cincinnati disambut di dermaga yang direnovasi dengan dana China.

USS Cincinnati tiba di Ream, Januari 2026. U.S. Navy / Wikimedia Commons (domain publik), diolah.
USS Cincinnati tiba di Ream, Januari 2026. U.S. Navy / Wikimedia Commons (domain publik), diolah.

Bagi Phnom Penh, kunjungan itu bukti keterbukaan. Bagi pengamat, kehadiran AS justru melegitimasi narasi "netral" yang membungkus satu-satunya kehadiran permanen di sana. Kedua tafsir bisa benar sekaligus, dan itulah yang membuat Ream menarik untuk dipantau.

Analisis Strat4Policy

Jadi, Ream netral?

Di atas kertas, ya: kapal dari Washington sampai Moskow disambut. Namun hanya China yang punya pusat pelatihan permanen dan kapal hibah di sana.

Kenapa Indonesia perlu peduli?

Ream menghadap jalur pelayaran Teluk Thailand dan ujung selatan Laut China Selatan. Model pangkalan dwiguna yang dibiayai asing bisa saja ditawarkan ke negara ASEAN lain. (Analisis Strat4Policy)

Apa yang perlu dipantau berikutnya?

Siapa yang merapat paling lama, siapa yang memakai dok kering, dan apakah kapal China kembali bertahan berbulan-bulan.

Sumber & catatan
  1. GlobalSecurity.org: halaman Ream Naval Base; U.S. 7th Fleet (24/1/2026); Kemhan Rusia (7/4/2026); Global Times (9/4/2026); PIB India (13/9/2026)
  2. Cek silang: AP (Des 2023 & Apr 2025); AKP (Apr 2025 & Jan 2026); The Diplomat (Apr 2025); Phnom Penh Post (Apr 2026)

Citra: mengandung data Copernicus Sentinel-2 (2026) yang diolah; grid ditambahkan Strat4Policy.

Foto: U.S. Navy (domain publik); trey333 (CC BY-SA 4.0, foto ilustrasi); Dinas Pers Distrik Militer Timur Rusia (CC BY 4.0), via Wikimedia Commons, diolah.