Jakarta • Edisi Web 01 • Oktober 2026Geopolitik•Intelijen•Keamanan Global
Investigasi · Keamanan Siber

71 situs .go.id terbuka untuk diambil alih?

Celah PHP2Shell ditemukan dengan bantuan AI. Five Eyes meminta patch segera, atau matikan sistemnya. Di Indonesia, 71 domain pemerintah disebut rentan atau tak terverifikasi. Seberapa siap kita?

Analisis Strat4Policy24 Oktober 20263 menit bacaKategori: Siber
Foto ilustrasi: Microbiz Mag / Wikimedia Commons (CC BY 2.0), diolah

Pada 21 Oktober 2026, NSA, CISA, FBI, dan mitra Five Eyes ditambah Belanda mengeluarkan peringatan bersama yang nadanya jarang setegas ini. Dua celah kritis di PHP, bahasa pemrograman yang dipakai sekitar 70% situs dunia, memungkinkan penyerang menjalankan kode di server tanpa perlu login. Instruksinya hanya dua pilihan: patch segera, atau matikan sistemnya dulu.

Dua hari kemudian, peringatan itu sampai di Jakarta. BSSN mengingatkan dampaknya, dan CISSReC merilis daftar 71 domain .go.id yang disebut rentan atau tidak dapat diverifikasi status patch-nya.

Dua celah, satu nama: PHP2Shell

CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 adalah celah remote code execution tanpa autentikasi. Artinya, penyerang tidak perlu kata sandi atau akun untuk mengambil alih server yang belum ditambal. Ada dua detail yang membuat kasus ini berbeda: celahnya ditemukan dengan tool AI milik OpenAI, dan embargonya bocor lebih awal, sehingga waktu bagi pengelola sistem untuk menambal ikut menyempit.

Ilustrasi pusat data, bukan sistem instansi tertentu. BalticServers.com / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0), diolah.
Ilustrasi pusat data, bukan sistem instansi tertentu. BalticServers.com / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0), diolah.
70%Situs dunia memakai PHP (perkiraan), karena itu dampaknya global
6Negara yang lembaga keamanannya menandatangani peringatan (hitungan Strat4Policy)
71Domain .go.id rentan atau tak terverifikasi, menurut daftar CISSReC

Instruksi Five Eyes: versi aman minimum

Advisori CISA dan NSA menetapkan versi minimum yang dianggap aman untuk setiap cabang PHP yang masih dipakai. Sistem yang belum bisa diperbarui diminta diturunkan sementara.

8.5.12PHP cabang 8.5
8.4.27PHP cabang 8.4
8.3.36PHP cabang 8.3
8.2.35PHP cabang 8.2

Dari Washington ke Jakarta

21 OktNSA, CISA, FBI, dan mitra Five Eyes plus Belanda meminta patch segera. Pekan itu, situs pemerintah Finlandia dan sejumlah layanan Eropa/Inggris sempat offline.
23 OktBSSN memperingatkan dampak celah PHP yang bisa membuat situs tumbang. Mahkamah Agung menerbitkan security advisory internal.
23 OktCISSReC merilis daftar 71 domain .go.id yang disebut rentan atau tidak dapat diverifikasi status patch-nya.
Fort Meade, markas NSA. Trevor Paglen / Wikimedia Commons (CC0), diolah.
Fort Meade, markas NSA. Trevor Paglen / Wikimedia Commons (CC0), diolah.

"Rentan" belum tentu "dibobol"

Angka 71 mudah dibaca sebagai 71 situs yang sudah jebol. Itu keliru. Daftar CISSReC mencampur situs yang rentan dengan situs yang tidak bisa diverifikasi status patch-nya. Dalam penelusuran Strat4Policy selama 17–24 Oktober, belum ada laporan terkonfirmasi intrusi spionase ke lembaga RI melalui celah ini.

Tetapi kabar baik itu tidak boleh menenangkan terlalu lama. Ketika celah ditemukan dengan bantuan AI dan detailnya beredar lebih cepat dari jadwal, jendela antara pengumuman dan eksploitasi menyempit. Ukuran kesiapan siber instansi kini bukan lagi apakah mereka tahu, melainkan seberapa cepat mereka bergerak.

Latihan siber USAF, ilustrasi. USAF / M.Sgt. Renae Pittman via Wikimedia Commons (domain publik), diolah.
Latihan siber USAF, ilustrasi. USAF / M.Sgt. Renae Pittman via Wikimedia Commons (domain publik), diolah.

Tiga langkah yang bisa diambil sekarang

1

Tenggat patch yang mengikat

Inventaris server PHP di setiap instansi, dengan tenggat dan pelaporan status ke BSSN, bukan sekadar imbauan.

2

Aturan "matikan dulu"

Layanan yang belum bisa di-patch diturunkan sementara, mengikuti logika advisori Five Eyes, dengan pemberitahuan ke publik.

3

Transparansi pasca-insiden

Publikasi berkala jumlah domain yang sudah aman, agar daftar seperti milik CISSReC bisa diverifikasi ulang.

Sumber & catatan
  1. CISA, "Critical Vulnerabilities in PHP Require Immediate Patching" (21/10/2026)
  2. NSA Advisory: "Critical Patches Recommended for PHP Vulnerabilities" (21/10/2026)
  3. Politico, PHP cyber vulnerability & OpenAI warning (21/10/2026)
  4. CNN Indonesia, "Bikin Tumbang Situs, BSSN Peringatkan Dampak Celah Keamanan PHP" (23/10/2026)
  5. Katadata, "71 Situs Pemerintah Indonesia Disebut Rentan PHP2Shell, Ini Daftarnya" (23/10/2026); Bisnis.com/CISSReC (23/10/2026)

Foto ilustrasi (diolah): Microbiz Mag (CC BY 2.0); BalticServers.com (CC BY-SA 3.0); David Whelan (CC0); geirt.com/Flickr (CC BY 2.0); Trevor Paglen (CC0); Bagus Ghufron (CC0); USAF/M.Sgt. Renae Pittman (domain publik); subcircle/Flickr (CC BY 2.0).